| BMW R51 1938 |
|
Akar dari BMW ditorehkan dalam sejarah sebagai pabrik pembuat mesin pesawat yang berkualitas yang dimulai sejak sebagian awal abad ke-20. Logo yang ada sekarang masih merupakan representasi dari baling-baling berputar. Setelah Perang Dunia Pertama, Pakta Perdamaian Versailles melarang produksi mesin tersebut sehingga BMW, yang memiliki reputasi sebagai perusahaan pembuat mesin berkualitas, mulai membuat mesin-mesin dengan skala yang jauh lebih kecil. Dari pengalamannya atas mesin pesawat, BMW cukup faham dengan piston-piston yang beroperasi secara berlawanan satu sama lain sehingga mereka mendisain mesin dua silinder yang berlawanan secara horisontal dengan silinder-silinder di bagian depan dan belakang. BMW memasok perusahaan sepeda motor Victoria dengan mesin ini. Pada tahun 1923 BMW meneruskan sendiri membangun merek sepeda motornya sendiri yang merealisasikan kebutuhan kualitas di arena perdagangan. Seorang insinyur pesawat, Max Friz, mendesain yang lebih lazim dikenal sebagai mesin bersilinder kembar yang berlawanan secara horisontal melintang, suatu desain mesin yang masih digunakan oleh BMW saat ini lebih dari delapan puluh tahun kemudian. Dalam setahun desain mesin aslinya mereka telah menggadakan horsepower (tenaga kuda) sehubungan dengan diperkenalkanya overhead valves dalam flat twin. BMW R51/3 adalah sepeda motor 500 cc BMW modern pertama pasca perang. Ini menggunakan layout mesin time-tested boxer dan exposed driveshaft BMW. R51/3 berhasil dan memoderenkan model R51/2 pada tahun 1950, yang pada intinya adalah desain sebelum perang yang diproduksi setelah perang. Setelah Perang Dunia II, Jerman dilarang memproduksi sepeda motor dari segala jenis oleh Sekutu. Ketika larangan dihapus, di Negara Jerman Barat yang dibawah kendali Sekutu, BMW Aktiengesellschaft (AG) harus memulai dari bawah. Tak ada rancangan-rancangan, blueprints (cetak biru), maupun gambar-gambar skematik. Para insinyur Perusahaan harus menggunakan sepeda motor-sepeda motor sebelum perang yang masih ada untuk menciptakan rancangan-tancangan baru. Pada tahun 1948, BMW memperkenalkan mesin 250 cc pada model R24, yang pada intinya adalah model R23 sebelum perang, lengkap dengan bagian belakang yang kuat. Ketika mesin yang lebih besar diperbolehkan, BMW memperkenalkan model R51/2 [1] pada tahun 1950, suatu model yang diproduksi hanya untuk satu tahun dan itu pada intinya merupakan BMW sebelum perang yang diproduksi setelah perang. Model R51/3 kemudian diperkenalkan pada tahun 1951 untuk suatu produksi yang berjalan empat tahun. Kapasitas mesin 600 cc yang dipasang pada model R67, yang merupakan sister model (model saudara) untuk model R51/3 dan hampir sama secara visual, juga diperkenalkan pada tahun 1951, namun mengalami dua revisi. Model R67/2, dengan 2 hp (2 kW) lebih, dikeluarkan satu tahun kemudian dan digantikan pada tahun 1955 oleh model R67/3, yang diproduksi sampai tahun model 1956. Pada tahun 1952, BMW memperkenalkan mesin 600 cc pada model R68 [2] [3]. Dengan 35 hp dan suatu rasio kompresi 8.0:1, ini merupakan sepeda motor produksi BMW pertama yang dapat mencapai dan melewati kecepatan 100 mph (160 km/h). Dengan sebagian besar melihat kepada model R26, pada tahun 1960 tipe R27 menambahkan rubber mounts untuk mesinnya dan meningkatkan tenaga sampai ke 18 hp. Model R27 merupakan sepeda motor terakhir yang bersilinder tunggal dengan shaft drive yang BMW buat. Mesin 247 cc pada model R39 tersebut merupakan yang pertama pada tahun 1925. Mesin 250 cc pada model R27 OHV vertical single adalah satu-satunya mesin dengan rubber-mounted thumper yang BMW pernah produksi. Mesinnya memompa 18 tenaga kuda, yang tertinggi yang pernah ada untuk jenis shaft-drive BMW single. BMW membuat sepeda motor sebanyak 15,364 untuk model R27 (dengan nomor mesin 372 001 – 387 566) dengan kurun waktu tahun produksi 1960 sampai 1966. Beberapa dari model R27 tahun 1966 dijual sebagai model-model 1967 karena dealer-dealer pada tahun-tahun tersebut sering kali menetapkan tanggal terhadap sepeda motor-sepeda motor BMW ketika mereka menjualnya, dan tidak perlu dilakukan ketika diluncurkan dari pabrik. Kebanyakan dari sepeda motor model R27 yang diekspor ke Amerika Serikat oleh BMW berwarna hitam dengan garis-garis halus warna putih. Namun, beberapa darinya diperkenalkan oleh importir Butler & Smith dengan warna yang disebut Dover white (putih dover), dengan garis-garis halus warna hitam. Mengapa "Dover white?" Karena Pimpinan Butler & Smith, Michael Bondy, memiliki mobil Packard 1942 dengan warna off-white (keputihan) yang disebut dover white. Bondy mengirim contoh warna ini untuk BMW AG di Munich dan meminta agar diduplikasi. BMW melakukan pengkopian warna, dan Bondy memesan lima puluh sepeda motor dengan warna tersebut. Saat ini, sepeda motor BMW dengan warna dover white yang asli merupakan barang langka yang dicari-cari.
|
